Senin – 8 Oktober-2012 @ 10:45 PM
Aku masih saja berdiri di depan Lobby kantorku, menatap dengan kosong ke arah langit gelap yang sedang menumpahkan air hujan dengan derasnya. ku lihat jam ESPRIT digital berwarna hitam yang melekat di pergelangan tangan kiriku, jam menunjukkan pukul 10:45 PM.
“shit…ini terlalu larut” umpatku.
belum lagi aku harus menyebrang melalui jembatan penyeberangan untuk menuju halte agarku bisa menunggu Bus yang ke arah bekasi, tapi setelah ku melihat jamku yang kini menunjukkan pukul 10:48 PM, ku ragu kalau masih ada bus selarut ini.
well mungkin malam ini adalah malam yang paling larut aku berkerja, ini semuaku lakukan karena memang semakin banyak dokumen yang harus aku kerjakan akibat Bryan teman satu teamku yang telah resigned dan dengan terpaksa aku harus mem-back up semua pekerjaannya hingga sekarang. kuharap team HRD segera menemukan pengganti Bryan agarku tak pulang selarut ini lagi.
ku lepaskan tas punggung Ripcurl yang kugendong lalu ku taruh di bawah lantai. malam ini begitu dingin. aku bisa merasakan embun yang tampak di kacamataku, tak jarang aku mengusap kacamata berkali-kali memakai dasi yang masih melekat rapi di kemeja biru ku. aku hanya ditemani 2 security yang sedang berjaga di gedung kantor ini, salah satu dari mereka menawariku untuk meminum kopi, tapi ku tolak dengan alasan aku tidak pernah menyukai kopi.
tiba-tiba handphone ku berdering dengan ringtone lagu all the small things nya blink-182, ku ambil Handphone Nokia 6220 Classicku dari kantong depan kemejaku.
“halo, haris kamu dimana????”
“halo mam, .aku masih di kantor, tepatnya di lobby, aku lagi menunggu hujan berhenti”
” aduh har….. ini udah larut malam banget loh, disini juga hujan deras banget, mama khawatir sama kamu…”
” aku gak papa kok…aku mungkin akan naik taxi, aku akan menghubungi blue bird dan memesan taxi deh…don’t worry mam… I’m grown up…”
“sudah, kamu tidak perlu memesan taxi. ini mama dan papa sudah naik mobil untuk menjemput kamu, kamu masih di gedung menara kadin ya??”
” ya ampun.. pake di jemput segala kaya anak TK, iya aku masih di dalam gedung nih..”
“kamu bisa nunggu di HALTE aja?? biar mama-papa menjemputmu di HALTE biar mudah”
“oh iya..bisa kok..”
” kalo nyebrang jembatan hati-hati ya har, kamu pinjem payung dulu deh sama satpam di gedung kamu itu kalo ada”
” oke mam…makasih banget ya…”
” ya udah tunggu mama sekitar satu jam lagi ya”
” oke deh mam”
*klik*
tadi itu mama yang menelponku. mama selalu khawatir dengan keselamatan ku. Semenjak aku SD mama selalu overprotected banget dengan diriku, ia selalu mengantar aku berangkat ke sekolah dan menjemputku sepulangnya. sebenarnya aku sama sekali tidak ingin mama terlalu memanjakan diriku layaknya seperti anak kecil yang tak pernah dewasa. hanya saja aku sadar, ini mungkin karena aku menjadi anak satu-satu nya dikeluargaku, yang tentu saja cukup masuk akal bila mama & papa tidak ingin ada hal yang buruk terjadi kepada anak semata wayang ini nantinya.
ku menuju ke salah satu security yang tadi menawariku kopi, tampak nya ia sedang asyik membaca harian umum KOMPAS di balik meja coklat bertuliskan SECURITY dengan kopi hangat di tangan kirinya.
” maaf pak, ada payung tidak ya?? saya ingin meminjam payung, karena saya ingin menyebrang ke HALTE seberang pak”
” oh iya..sebentar saya cari dulu ya pak di pos…”
ku lihat ia segara berdiri dan berjalan menuju pos security yang berada di luar gedung, dekat ruang parkiran motor..
ku menunggu sekitar 8 menit. menit ke 10 securtiy tersebut akhirnya muncul dan tersenyum sambil mengatakan penyesalan ” maaf pak, lagi gak ada payung tuh di pos, biasanya ada sih..cuman kayanya di bawa atau di pinjam sama karyawan lain pak, apalagi dengan kondisi cuaca seperti sekarang ini..banyak karyawan yang meminjam payung ke pos..namun banyak juga yang tidak mengembalikannya..”
” oh ya uda gak papa ..maaf kalau merepotkan bapak, terimakasih ya pak.” aku menjawabnya
bagus…ini adalah hari yang takkan pernah ku lupakan sepanjang hidupku. lalu ku ambil tas back pack ripc curlku yang tadi ku letakkan di atas lantai, dan ku angkat tepat ke atas kepala, guna melindungi kepala dan bagian atas badanku dari siraman air hujan yang amat deras ini.
lalu aku berdiri dan segera mengambil posisi siap untuk segera berlari kencang melewati jembatan penyebrangan dan berharap akan segera sampai di HALTE.
ku menarik nafas dalam-dalam, dan ku berlari sekuat tenaga menembus tumpahan air hujan di sekelilingku, ku bisa merasakan celana ku basah namun tampaknya tas ini cukup melindungi bagian kepala dan badan atasku dari air hujan.
ku bisa merasakan nafasku yang mulai tersengal akibat kelelahan berlari, namun ku berusaha agar terus berlari karena ku bisa melihat di bawah kalau HALTE tempat tujuan ku berteduh tinggal 4 meter lagi.
Ku menuruni anak tangga jembatan penyebrangan dengan cepat, hinggaku berhasil masuk ke HALTE.
sesampainya di HALTE aku melihat seorang perempuan ras caucasian atau ras kulit putih, atau pada umumnya masyarakat indonesia mengenalnya dengan istilah “bule”
ia sedang duduk di halte sambil membersihkan sepatu high-heelsnya dengan tissue, mungkin ia tidak mau sepatu high-heelsnya rusak terkena air hujan pikirku.
ku meletakkan tas back pack ripcurl ku di dudukan halte, lalu perempuan caucasian itu melihatku kemudian ia tersenyum manis ke arahku..
” hi, can I sit down here?” aku bertanya kepadanya
“off course, this is public place isn’t it? ” dia menjawab sambil tersenyum kepada ku
” oh? thank you“
ku memperhatikan perempuan ras caucasian itu dengan seksama dari ujung atas rambutnya hingga ujung kakinya. dia berambut panjang hitam sebahu, bola matanya berwarna biru, sebiru indahnya langit yang sering kupandang pada pagi hari melalui jendela ruangan kantorku, bibirnya tipis mungil dan terlihat manis. kulihat ia memakai kemeja berlengan pendek berwarna merah jambu dengan motif bunga mawar yang ada di depannya, ku bisa melihat kalung salib berwarna putih kemilauan menyinari gelapnya malam ini yang menggantung di lehernya yang indah dan putih itu. kulihat ia memegang tas yang sering dipakai perempuan pada umumya dan pada tangan kirinya kulihat ia memegang buku berjudul kamus besar bahasa indonesia yang sangat tebal.
ku duduk di sampingnya…lalu ia lagi-lagi tersenyum manis kepadaku, ketika ia tersenyum wajahnya mengingatkan ku pada aktris cantik bernama Audrey tautou.
lalu ku berusaha menyapanya di tengah malam yang sangat dingin hingga terasa menusuk semua tulangku, ditemani dengan guyuran air hujan yang sangat deras membuat kedua tanganku sedikit gemetaran akibat menahan dingin.
“ it’s so cold isn’t it??”
” oh really?? to me it’s not too cold….” ia menjawab lagi-lagi dengan tersenyum..
” hi..my name is haris…” ku menjulurkan tanganku kepadanya sebagai pertanda memberi salam perkenalan.
” I’m michelle stanley, just call me michelle..” ia menyalami tanganku.
ku bisa merasakan dinginnya tangan michelle yang kecil dan pucat tersebut namun halus.
” just wonder, where are you going? I mean..are you just…coming late from your office and confused just as i am??”
” yup, woww….We have a same bad luck right??”
” ha-ha-ha-ha-ha…yah…you’re right…maybe we did something wrong in the past and God punish us now, being trapped in the bus station all night long…” ku mengatakan hal tersebut sambil tertawa..
” you’re so funny…” ia tersenyum..
“ where do you go to work??”
” I work in british council indonesia as business relation officer” jawabnya “and how about you?” tanyanya/
“ oh, I work in financial company, just look straight ahead and do you see that building?? that’s my office.”
” oh, I see.. can’t believe… it seems like far away when it rains from here...”
” yeah it is…”
” by the way michelle are you waiting for someone to pick you up here??”"
” yes, I’m waiting driver from british council indonesia to pick me up here..I just call him a 20 minutes ago, but the driver hasn’t come yet.”
” me too…I’m waiting for my parents to pick me up here…”
” wow…how lucky you are to have such a good parents like that..”
” he..he…he..thanks..that’s why I love them so much too..”
” emmm…how about you michelle?? where are your family??”
” my Family Living in the states..in the california, san diego“
“ cool.. I never been to America..someday If I had enough money I wish I could go there“
” really??…You can go with me if you want to” ajak michelle sambil tertawa
“he..he..he…he… thanks for the invitation..” jawab ku sambil tertawa juga
kita diam beberapa saat
lalu ku menatap langit yang gelap dalam beberapa menit, hingga michelle bertanya.
” hey, what are you looking at??”
” nope, just wonder…everytime I look at the sky I believe that there must be a living creatures just like us outside there…”
“ is it alien?? .do you mean an alien…do you believe in alien??” michelle bertanya dengan nada seolah-olah, hei..kamu ini sudah dewasa..alien hanya ada di pikiran anak-anak..”
“ yup, I do believe in an alien michelle…look at the stars outside…there must be a billion stars in outer space…if there is an billion stars, so how could only earth where has a living civilization…if it happen I think God has wasted billion stars outside..
ku lihat michelle diam sebentar beberapa saat sambil menatapku, pada saat seperti ini michelle terlihat sangat cantik sekali…seandainya ia adalah kekasihku, aku akan mengajaknya makan siang di kantorku hingga semua teman-temanku berdecak kagum melihatku—bahwa aku bisa memiliki pacar yang cantik dan anggun bagaikan malaikat..
” I don’t believe in an alien..but I do believe in time-machine…” michelle menjawab
” time-machine??”
” yeah, time-machine…” I believe that someday someone is gonna build a time-machine for the world..”
” me too…I do believe in time-machine..” aku menjawab michelle
” really?? what make you believe??”
“ it’s simply…coz einstein believe in it too.. since I believe what-ever einstein said..so I believe in time-machine too..”
” ha-ha-ha-ha-ha“
ku bisa melihat michelle tertawa kecil karena perkataan ku tadi, tak kusangka ternyata ia menjadi lebih manis bila tertawa.
” so what you gonna do if there is time-machine??” tanya michelle kepadaku
” I wanna see the next 10 years ahead !!”
” why?” michelle kembali bertanya.
“ I wanna see what my wife looks like, I wanna see my children looks Like, and I wanna see everything that happen to me in the next 10 years, and how about you michelle??” tanyaku
” I wanna go to the day when I was a kid…”
” why??”
” to me childhood is all about the day that you can be a dreamer all day…and to be grow up is sucks ! coz you need to face the reality“
ketika aku mendengar michelle berkata sperti itu, aku bisa melihat wajahnya yang memancarkan kebahagiaan, sepertinya ia sangat merindukan masa kecilnya.
kita diam beberapa saat, namun kita saling bertatapan sambil tersenyum satu sama lain
” do you have a girlfriend?? ” tanya michelle kepadaku
” hah?? me??, mmmm…” ku diam beberapa detik
” hey..what take you so long?? it’s simple question, just say “yes” or “no” to answer it..”
” oh…me.? actually I don’t have, I don’t have a time to think about a girlfriend right now..coz my father has retired from his office last year and I need to save money, I mean… a lot of money for my parents…”
” so cute..your parents must be proud of yo “
” nope, I think I’m the one who must be proud to have them“
kita diam beberapa saat, hingga aku bertanya hal yang sama kepada michelle.
” how about you michelle?? do you have a boyfriend in Indonesia?? or in the states??” tanya ku penasaran
“ I used to have…but we broke up last year ago “
” oh, I’m sorry… I didn’t mean to hurt your feelings..”
” it’s okay…nevermind, let’s talk about another topic..”
ku melihat michelle sesekali menghela nafas sambil melihat ke langit yang gelap yang masih saja menurunkan air hujan dengan derasnya..
” can I ask you something?” tanya michelle
” yah??” ku menjawab
” what’s your typical girlfriend??” tanya michelle kepadaku
sungguh ini pertanyaan yang benar-benar aneh dan sangat bersifat pribadi, aku dan michelle bahkan baru berkenalan selama 30 menit, tapi obrolan kita seperti layaknya sahabat yang sudah lama berteman…diriku merasa nyaman dengan michelle..mungkinkah Tuhan mengirimkan salah satu malaikatnya ke HALTE ini untuk menemaniku mengobrol?
” my typical girl-friend??”
” yup, your typical girl-friend“
” can I answer it in bahasa indonesia??”
” why?” tanya michelle
“ coz it’s hard to find the right words in english to desribe my typical girl-friend” jawab ku asal. ku melihat michelle yang tiba-tiba tersenyum geli setelah aku mengatakan hal itu.
” go a head ” jawab michelle
” but…do you understand bahasa??? tanyaku penasaran kepada michelle
” just a little bit, and I’m still learning” jawab michelle sambil menunjukkan buku kamus besar berbahasa Indonesia kepadaku yang masih berada dalam genggamannya.
lalu ku menjelaskan dengan menggunakan bahasa indonesia, sambil menatap matanya.
” aku ingin punya cewek seperti yang sedang duduk disampingku malam ini di HALTE, yang sedang menggunakan kemeja berlengan pendek berwarna merah jambu, mengenakan kalung salib berwarna putih yang menyinari bagian lehernya dengan indah, memiliki rambut hitam panjang sebahu, memiliki mata biru yang indah dan memiliki senyuman yang dapat membuat orang langsung jatuh hati kepadanya. ia sama seperti ku, sedang berharap agar hujan cepat berhenti. aku bisa merasakan kalau ia adalah wanita yang tepat untukku, ia memiliki semuanya, mata biru yang indah, senyum yang manis, dan wajah secantik audrey tautou, ia memiliki imajinasi yang tinggi sepertiku. aku percaya dengan adanya alien, sedangkan dirinya percaya akan adanya mesin waktu. bila mesin waktu itu benar-benar ada, maka aku ingin mengulangi kejadian malam ini.”
” done !!, that’s my typical girlfriend !! ” jawabku
” gosh..that’s a lot of words!! ” bilang michelle kepadaku
” It’d be need more a lot of words if I describe it in english..” jawab ku
” what does it mean? ” michelle bertanya..
” it means…I believe in god that someday He would give me the right one for me “
” you lied, I know you lied ” michelle menjawab
” no I didn’t “
” I heard that you said audrey tautou, it must her you’re typical girlfriend rite??” michelle bertanya kepada ku dengan curiga, tak kusangka ia mendengar kata-kata audrey tautou dalam perkataan ku tadi.
” yeah a little bit…” jawabku.
tiba-tiba ku melihat lampu sorot mobil phanter berwarna abu-abu dari kejauhan..ku berpikir ini pasti mobil papa & mama ku yang menjemput. ku melihat mama, membuka jendela mobil, dan berteriak
” haris ayo naik, ayo cepet nak, nanti kamu basah ayo “
aku langsung berdiri, dan secara perlahan aku menatap michelle
” here they are, your beloved parents come to pick you up ” michelle berkata.
” how about you?? your driver hasn’t come yet?? “
” don’t worry about me…I’ll be fine..” jawab michelle
” michelle…”ku memanggilnya
” yup “
” can we meet again??, I mean in another place?? not in this bus station anymore??” ku mengajak michelle, ku tahu ini terlihat seperti seorang cowok yang sedang mengajak nge-date cewek, dan aku yakin michelle sadar akan hal itu.
michelle hanya bisa tersenyum kepada ku sambil mengatakan
” I want to..but I think I can’t “
” why ??” jawab ku
” coz I’m going back to the states next week “
ku hanya bisa diam tertunduk lesu…sementara papaku memberikan tanda klakson mobil agarku segera cepat naik ke mobil.
” haris!! ayo naik !! ” papa berteriak dari mobil
” okay..michelle bye-bye…” ku melambaikan tanganku kepadanya..
” take care…” michelle menjawab sambil tersenyum manis kepadaku serta melambaikan tangannya kepadaku.
ku segera masuk ke dalam mobil dengan buru-buru, dan mobil pun berjalan. mama memberikanku handuk untuk mengeringkan bagian kepalaku yang terkena air hujan, tapi ku menolaknya, karena aku sudah memiliki sapu tangan yang ku simpan di dalam tasku. ku rogoh tasku dan berusaha ku dapatkan sapu tangan milikku.
lalu ku mengambilnya, tapi alangkah kagetnya ketika yang aku temukan adalah sapu tangan bukan milikku, sapu tangan ini berwarna coklat tua sementara punyaku berwarna putih. aku masih terheran-heran dan berpikir
” sapu tangan kepunyaan siapa ini?? ” “kenapa bisa ada didalam tasku??”
Lalu kubalik bagian belakang sapu tangan itu, dan ku melihat ada tulisan yang tergores dengan indahnya.
meet me @ chapel sancta ursula on sunday “
michelle
ku hanya bisa tersenyum..sambil berkata..” ini michelle..”
Posted: March 3rd, 2009 under Short Stories - 45 Comments.